Achalasia Adalah Penyakit Kerongkongan

 

Pernahkah kamu mendengar achalasia sebelumnya? Penyakit seperti apakah itu? ini memang merupakan penyakit yang jarang didengar oleh masyarakat umum. Apa itu achalasia? Menurut alodokter.com Achalasia adalah kondisi di mana hilangnya kemampuan kerongkongan untuk mendorong makanan atau minuman dari mulut ke lambung. Dilansir dari hellosehat.com achalasia adalah gangguan pada kerongkongan, yang merupakan penghubung antara mulut dan perut. Kondisi ini membuat makanan dan minuman sulit untuk bergerak dari mulut ke perut. Ini dikarenakan otot katup antara kerongkongan dan perut tidak terbuka setelah makanan ditelan. Penyakit ini cukup langka dan dapat menyerang orang dari berbagai usia, biasanya kebanyakan penderita berusia paruh baya dan yang mengalami gangguan autoimun.

Lalu apa yang menyebabkan terjadinya achalasia? Untuk penyebab pasti terjadinya achalasia belum dapat diketahui, namun achalasia adalah hasil dari kerusakan saraf pada kerongkongan. Terdapat lingkaran otot pada suatu titik di mana kerongkongan dan perut bertemu. Penyakit ini terjadi ketika saraf mengalami kerusakan pada dinding kerongkongan yang menghubungkan mulut dan lambung sehingga organ berhenti berfungsi secara normal. Penyebab utama rusaknya LES (lower esophageal sphincter) belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat beberapa faktor yang diduga berpotensi meningkatkan resiko dari penyakit achalasia seperti faktor keturunan, infeksi virus seperti herpes, gangguan sistem imun. Penyakit ini diduga disebabkan kesalahan sistem imun yang menyerang saraf kerongkongan sehingga menurunkan fungsinya.

READ  Macam macam dokter gigi

Bagaimana dokter mendiagnosis penyakit ini? Kamu dapat berkonsultasi kepada dokter dan untuk diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti esofagografi. Ini adalah salah satu tes pencitraan untuk mendapat gambar kerongkongan secara detail. Pasien diminta untuk menelan cairan zat pewarna yang mengandung barium agar kerongkongan dapat terlihat jelas hingga mendapatkan hasil rontgen yang detail. Menurut halodoc.dom pada pengidap alakasia, LES tidak dapat mengendur dengan benar hingga terjadi penumpukan makanan pada bagian bawah kerongkongan atau sering pula naik kembali. Endoskopi juga dapat dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini. Endoskopi merupakan alat fleksibel yang menggunakan kamera di bagian ujungnya dan dimasukkan ke bagian bawah kerongkongan. Alat ini digunakan agar dokter dapat memeriksa kondisi dari dinding kerongkongan dan lambung penderita lewat kamera. Diagnosis dapat dilakukan dengan menggunakan manometri. Alat ini akan merekam aktivitas dan kekuatan dari kontraksi otot dan memeriksa tekanan yang muncul di LES. Bentuk alatnya menyerupai tabung plastik kecil yang fleksibel dan dimasukkan melalui hidung menuju tenggorokan.

READ  Acrophobia Adalah Phobia Ketinggian

Lalu, apa saja mengobatan yang dapat dilakukan? Sampai saat ini diketahui bahwa penyakit achalasia adalah penyakit yang belum ditemukan obatnya. Akan tetapi ada pengobatan khusus yang ditujukan untuk membantu meringakan gejala dan mencegah komplikasi pada penderita. salah satu jenis obatnya adalah nitrat kerja-panjang atau penghambat saluran kalsium yang dapat menurunkan tekanan pada sphincter. Dokter juga dapat untuk menganjurkan menyuntikkan botox pada sphincter untuk membesarkan kerongkongan. Komplikasi akan terjadi jika tidak segera ditangani. Komplikasi yang akan dialami berupa munculnya lubang-lubang kecil pada kerongkongan, pneumonia aspirasi, memuntahkan kembali asam makanan dari perut ke kerongkongan dan dapat mengidap kanker kerongkongan.

Jika kamu penderita dari achalasia, segeralah berkonsultasi dengan dokter agar tidak terjadi komplikasi. Achalasia adalah penyakit yang tentunya tidak dapat dianggap sepele karena termasuk penyakit langka dan belum ada obat untuk menyembuhkannya. Kamu juga harus segera mendapatkan penanganan jika tidak ingin terkena komplikasi dari penyakit ini.

READ  Pengobatan dan Cara Mengatasi Abses Otak

 

Sumber: hellosehat.com